Literary Sensibility

The Untold Stories.
that was the day Allah made me open up my eyes not just to see how beautiful god’s creation are.

that was the day Allah made me open up my eyes not just to see how beautiful god’s creation are.

HEARTBEAT

Oh feel your heartbeat.

And oh comin’ around comin’ around comin’ around

You love somebody love them all the same.

You gotta love somebody love them all the same.

I’m singing oh feel your heartbeat oh.

Ketika aku bersedih.

Iliyya Abu Madhi berkata dalam puisinya:

Dia berkata: “Langit sedih dan terlihat murung.”
Aku berkata: “Tersenyumlah! Biarkan kemurungan itu ada di langit!”
Dia berkata: “Kesamaran telah merasuk!”
Aku berkata: “Tersenyumlah! Dukacita tidak akan pernah kembali, sebab ia telah mati”
Dia berkata: “Langit di angkasa telah menyatu dengan cinta yang berkobar dalam dadaku dan telah menjadi neraka Jahannam. Dia khianati janji setelah merenggut hatiku. Lantas bagaimana aku sanggup tersenyum?”
Aku berkata: “ Tersenyumlah dan bersenanglah! Kalau kau tetap bersama kesedihan, akan kau habiskan seluruh umurmu dalam kepedihan!”
Dia berkata: “Perniagaan mendekati kerugian seperti seorang musafir yang hampir mati kehausan atau seperti singa yang haus darah. Dia meludah darah setiap kali menjulurkan lidah.”
Aku berkata: “Tersenyumlah! Kau bukanlah penyebab kesembuhannya, kecuali bila kau mahu tersenyum. Apakah ketika orang lain berbuat dosa dan tidur dengan perasaan takut, engkau merasa bahawa engkaulah pendosa itu?”
Dia berkata: “ Musuh sedang berada di sekelilingku. Mereka berteriak menakutiku. Bukanlah aku telah tertawan dan apakah musuhku tidak melihatku?”
Aku berkata: “Tersenyumlah! Cacian mereka tidak ditujukan untuk menuntutmu jika kau tidak lebih mulia dan agung daripada mereka.”
Dia berkata: “Musim telah jelas tanda-tandanya tergambar padaku di pakaian dan lukisan, sedang diriku mempunyai kewajipan terhadap kekasihku namun tidak ada satu dirham pun di kedua tapak tanganku.”
Aku berkata: “Tersenyumlah! Bukankah kau masih hidup? Kau bukanlah termasuk orang yang tidak mempunyai kekasih.”
Dia berkata: “Malam-malamku berlalu dalam kepahitan.”
Aku berkata: “Tersenyumlah! Jika kau merasa pahit, semoga orang lain melihatmu sedang bersenandung. Lemparkan kedukaan jauh-jauh dan tetaplah bersenandung. Apakah dia akan melihatmu jika engkau bernyanyi dengan limpahan dirham atau kau merasa rugi jika engkau beryanyi dengan hati berseri-seri? Wahai sahabat, janganlah sampai kesedihan membuat mulutmu terdiam dan raut mukamu menampilkan kesedihan. Tersenyumlah..! sungguh bintang-bintang pun tersenyum dan kegelapan akan saling berbenturan. Oleh kerana itu, kita menyukai bintang-bintang.”
Dia berkata: “ Keceriaan tidaklah akan membuat keadaan menjadi lebih baik. Ia datang ke dunia ini dan tetap akan pergi walau terpaksa.”
Aku berkata: “Tersenyumlah! Selagi hayat di kandung badan, selama engkau masih hidup. Sebab sudah terlalu lama engkau tidak tersenyum.”

Allahu Akbar!

Allahu Akbar!

I still find each day too short for all the thoughts I want to think, all the walks I want to take, all the books I want to read, and all the friends I want to see.

waves come crashing through my head.

waves come crashing through my head.